Teknisnya, VPS adalah mesin virtual atau Virtual Machine (VM). Di mana satu server fisik dibagi menjadi beberapa server secara virtual.
Nah, proses pembagian ini dinamakan virtualisasi VPS. Caranya dengan bantuan Hypervisor atau software yang membagi sumber daya server fisik menjadi beberapa VM.
Jadi, satu server fisik dapat menampung beberapa VM sekaligus, dengan kapasitas resources atau sumber daya yang sama.
Nah, itu kenapa Anda bisa menikmati fasilitas server fisik dengan harga yang relatif terjangkau. Karena Anda tidak perlu membeli dedicated server dan biaya pengoperasian VPS juga lebih rendah.
Performa VPS sendiri dipengaruhi oleh platform virtualisasi apa yang dipakai. Beberapa di antaranya adalah KVM, OpenVZ,
OpenVZ adalah teknologi virtualisasi tingkat sistem operasi untuk Linux. Hal ini memungkinkan server fisik untuk menjalankan beberapa instance sistem operasi yang terisolasi, yang disebut wadah, server pribadi virtual, atau lingkungan virtual.
1. Pertama disini masuk ke local hardisk dari proxmox > CT Tamplates > Tamplates
2. Pilih salah satu sistem operasi yang diinginkan, disini saya akan menggunakan debian 10 kemudian download sistem operasi tersebut
3. Tunggu sampai proses download nya selesai
4. Pada menu CT Templates akan terlihat file yang telah selesai di download
5. Create container baru dengan mengklik Create CT
6. Pada menu Template akan diarahkan pada Storage disini kita pilih local dan Template kita pilih yang sudah didownload sebelumnya yaitu debian 10
7. Pada settingan LXC Container, pafda menu general tentukan Node, CT ID, Hostname dan Password yang diinginkan, kemudian klik Next
8. Pada menu Tamplate pada storage disini pilih local kemudian untuk tamplate pilih debian 10 yang sudah di download sebelumnya, kemudian Next
9. Pada menu Root Disk untuk Disk size nya menggunakan kapasitas 16 GB, jika sudah klik Next10. Menentukan jumlah core CPU yang akan digunakan, sesuaikan dengan spesifikasi hardware utama, kemudian Nxt
11. Pada menu Memory tentukan dengan jumlah kapasitas RAM, disini saya menggunakan RAM 1024 MB dan Swab (MiB) 512 MB. Kemudian Next
12. Setting konfigurasi jaringan pada container debian, masukan ip address dan gateway nya. Kemudian Next
13. Selanjutnya, menu DNS masukan domain dns nya yaitu kelompok2 dan dns server nya yaitu 8.8.8.8
14. Pada menu Confirm akan ditampilkan hasil konfigurasi sebelumnya, jika sudah klik Finish
15. Kemudian disini tunggu sampai proses selesai
16. Pada tampilan container debian dengan CT ID 101 dengan hostname Debian 10 dalam web control panel
17. Kemudian jalankan VM tersebut dengan klik pada container, kemudian klik Start
18. Untuk melakukan akses atua remote pada mesin server pilih menu Console. web browser akan menjalankan mode terminal console debian. Login dengan user root dan masukan password yang sudah dibuat sebelumnya
19. Kemudian kita dapat mengakses server secara langsung meski melalui interface web browser
20. Update repository dengan menggunakan perintah apt update tunggu sampai proses repository selesai. Pada pertanyaan Do you want to accept these changes and continue updating from this repository? ketik y
21. lakukan penginstalan paket aplikasi web server apache2 dan ssh server dengan menggunakan perintah apt install apache2 ssh
22. Tambahkan user untuk mengakses server container tersebut. dengan menggunakan perintah useradd kelompok2 -m -d /home/kelompok2, kemudian buat password sesuai dengan keinginan
VERIFIKASI1. Lakuakan pengujian untuk menguji apakah server yang telah kita bangun pada proxmox dengan ip address 192.168.43.29 telah berjalan dengan baik dan apakah server tersebut dapat terhubung pada jaringan, untuk menguji layanan web server SSH dapat dilakukan menggunakan komputer client. Dengan ketikan http://192.168.43.29 kemudian tekan enter. Jika muncul default web page apache2 debian container berati yang akan kita bangun telah berjalan dengan baik
2. Masuk PuTTY dengan menggunakan ip adddress 192.168.43.29. kemudian login dengan menggunakan username kelompok2 dan password yang dibuat sebelumnya, Jika sudah berhasil login, maka user telah berhasil diremote yang artinya konfigurasi yang dilakukan berhasil
