Instalasi Debian 9.5 CLI Via Virtual Box ( Menginstalasi sistem operasi jaringan )

Assalamu’alaikum Hello Readers, kali ini saya akan membahas mengenai Debian sebelum itu, debian itu apa sih ?, oh, Debian adalah Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka

sumber : WikiPedia

Dan Sebelum kita ulai operasinya, sebaiknya kita siapkan bahan-bahan / media yang dibutuhkan untuk instalasi debian. Berikut dibawah ini :

  1. File Iso Debian 9.5 ( versi yang terbaru juga boleh, disini saya memakai versi 9.5 saja dan jangan lupa cek spesifikasi vendor laptop mu seperti 32 bit ( x86)/64 bit ( x64 ), oh ya ini link nya ya :

2. Aplikasi Virtual Box ( saya menggunakan versi 5.2.44) bisa versi keatasnya

https://www.virtualbox.org/wiki/Download_Old_Builds_5_2

3. Wi-FI / Hotspot Thetering

4. Pc atau Laptop

Oke semuanya udah siap, langsung aja yuk, Perhatikan langkah-langkah berikut ini : HAPPY READING !!

  1. Instal Terlebih dahulu Virtual Box seperti gambar dibawah ini !!
1. Install Virtualbox First

2. Setelah sudah klik NEW

2. Open and Click New

3. Terlihat seperti ini, isi seperti yang say telah lakukan ( untuk Version saya hanya 32 bit / x86 bagi pc atau laptop kalian 64 bit boleh pakai 64 bit

3. Follow the Instruction above, if your PC or laptop has a 64-bit operating system, you should use the 64-bit only and for those who do not have a 64-bit version use 32-bit

4. And Selanjutnya, disitu terlihat memory size recommended is 1024 MB

Karena sistem saya tidak kuat untuk menampung memori dengan 1024 saya akan turunkan menjadi 512 Mb, jika sistem anda baik dengan memori 1024 Mb, sebaiknya gunakan saja 1024 Mb. Catatan : apabila parameter menunjukkan ke arah oranye atau merah sebaiknya turunkan saja ke bawah ( tingkat Hijau ) supaya tidak terjadi kerusakan / hang pada saat instalasi. Setelah sudah mengaturnya klik NEXT !!.

4. if your system is good with 1024 Mb of memory, you should only use 1024 Mb. (Leave Default just click next

5. pilih opsi Create a virtual Hard disk now, dan next Create !

Select the Create a virtual Hard disk option now, and next Create !

6. Pilih Opsi VDI ( VirtualBox Disk Image ) and Next

6. Select the VDI (VirtualBox Disk Image) and Next Options

7. Pilih Opsi Dynamic Allocated. dan Next / Lanjut

7. Select the Dynamic Allocated Option. and Next / Continue

8. Pada bagian ini default size adalah 30 GB. Maka dari itu saya tingkatkan menjadi 300 GB agar ukuran data sistem operasi debian ini muat dan proses instalasi lebih cepat. Jika kalian atur 30 GB bisa saja. tetapi saat installing base system dia akan error.

8. In this section the default size is 30 GB. Therefore I increased it to 300 GB so that the size of the Debian operating system data will load and the installation process will be faster. If you set 30 GB it can be. But when installing a basic system he will mistake.

9. Sekarang Mesin Virtual kita telah jadi, dan selanjutnya kita pilih opsi Settings.

9. Now our Virtual Machine has finished, and then we select the Settings option.

10. Yang perlu kita masukkan sekarang adalah, File iso debian 9.5 dan mengatur network nya ikuti instruksi seperti di gambar storage didahulukan untuk mengisi file iso.

10. What we need to enter now is, Debian iso 9.5 file and set the network follow the instructions as shown in the storage image to fill the iso file first.

11. Buka tab/ opsi storage, kemudian klik EMPTY, setelah itu klik gambar cd dan pilih choose virtual optical disk, kemudian anda harus masukkan file iso yang telah didownload dan klik Open. seperti berikut :

11. Open the storage tab / option, then click EMPTY, then click the cd image and select choose virtual optical disk
11. Then you must enter the ISO file that has been downloaded and click Open

12. Setelah sudah, kita pindah menuju Network dan pada adapter 1 saya isi dengan BRIDGED ADAPTER, dan pada adapter 2 saya isi HOST ONLY ADAPTER.

12. After that, we move to Network and in adapter 1 I fill it with BRIDGED ADAPTER,,

12. and on adapter 2 I fill HOST ONLY ADAPTER.

13. Setelah sudah semuanya, lalu klik OK. dan Kita mulai Let’s go !!

13. After everything, then click OK.
13. And we start Let’s go !!

14. Jeng Jeng Jenggg, TARAA !!, kita telah selesai mengatur dan mensetting media / bahan bahan untuk instalasi debian setelah ini kita akan masuk ke-dalam mode CLI, kita pilih INSTALL. perhatikan lebih dalam lagi.

14. we have finished organizing and setting up the media / materials for the debian installation after this we will enter into CLI mode, we select INSTALL. look deeper.

15. Pada opsi ini, kita pilih bahasa inggris ( Sebenarnya ada juga bahasa indonesia tetapi, disini saya lebih suka dengan bahasa inggris. Jika anda memilih bahsa indonesia juga tidak apa apa oke !! ).

15. In this option, we choose English

16. Karena aku tinggal di region / negara indonesia, kita pilih indonesia jika tidak ada, pilih OTHER. Catatan : ( Lokasi disesuaikan dengan tempat negara anda tinggali sekarang ( Recomendasi)/ boleh pilih yang lain.

16.Because I live in the region / country of Indonesia, we choose Indonesia if there isn’t, select OTHER.

17. Pilih Asia karena,indonesia berada di kawasan Asia, Kemudian cari Indonesia.

17. If you choose Other, adjust the area of ​​your country in which part is occupied

18. Cari United States lalu, klik.

18. Country to base default locale settings on : United States.

19. Untuk Opsi Kali ini kita pilih American English kenapa ?. Sebab, agar keymap/ keyboard / ketikkan kita menjadi bahsa inggris ( type = american ).

19. For Options This time we choose American English

20. Kita tunggu komponen instalasi kita,sampai muncul peringatan / notifikasi / pesan jangan sesekali Force CAncel dibagian ini.

20. We wait for our installation components,

21. Pilih enpos3 karena kita sebelumnya, telah mensetting dengan bridged adapter.

21. Select enpos3 because we previously set up with a bridged adapter.

22. Selanjutnya, kita pilih opsi GO BACK ( dengan cara klik tabs dan panah kiri). karena kita akan mensettings Ip address

22. Next, we select the GO BACK option (by clicking tabs and the left arrow).

23. pilih dan tekan Configure Enter manually.

23. select and press enter manually.

24. Disini, saya isi ip address dengan alamat 192.168.23.0

( bagaimana cara dapat ip nya ?,( caranya gampang kalian cukup klik kanan pada mouse, seperti gambar dibawah truss klik opsi Open Network and sharing center. dan kalian pilih Change adapter kemudian cek ipv4 pada network adapter kalian. ( Catatan : ipv4 address dan ipv4 default gateway jangan kalian pakai lagi, gunakan saja ip yang lain ( bebas).

Right click on the mouse ! to see Status. / klik kanan pada mouse ya ! untuk melihat Status
lalu kita klik status / then we click status
and then, click details for more options / klik details
(Note: I marked green ipv4 address and ipv4 default gateway, don’t use it anymore, just use another ip.

( Catatan : ipv4 address dan ipv4 default gateway jangan kalian pakai lagi, gunakan saja ip yang lain ( bebas).

25. Kemudian, kita biarkan saja Netmask Default 255.255.255.0

25. Netmask is Default or 255.255.255.0

26. lalu, kita biarkan default saja gateway dan name server address. cukup next dan continue.

26. Then, we leave the default gateway and name server address. just next and continue
26. Last, we leave the default name server address, just next and continue !!!

27. OK, disini kita isi sesuai nama kita / boleh namanya debian. itu pun boleh

27. OK, here we fill it according to our name / debian name may be wrote

28. untuk opsi ini Domain kita kosongkan dan cukup continue.

28. for this option we leave the Domain blank and just continue. if you want to fill it, you can do it.

29. pada langkah ini, anda masukkan password bebas dan terserah. setelah itu klik continue, anda harus mengetikkan ulang password yang tadi dibuat, dan pilih continue

29. In this step, you enter your free password and it’s up to you. after that click continue
29. You must retype the password that was created, and select continue

30. kemudian kita buat Full Name User

30. Then we create a Full Name User

31. kita buat user / nama untuk akun debian kita supaya bisa Login nanti.

31. we create a user / name for our debian account so we can login later

32. Setelah itu, Kita masukkan password untuk Login ke Debiannya nanti sebaiknya, gunakan password yang sama saja seperti sebelumnya ( Lihat Langkah no. 29 ). Ingat ya baik-baik passwordnya untuk Login Nanti.

32. After that, we enter the password to log into Debian later, preferably, using the same password as before (See Step no. 29). Remember well the password for Login Later.

33. Kemudian Kita ketik ullang password yang tadi kita masukkan pada langkah no.32, Hal ini bertujuan untuk melakukan verifikasi pengguna.

33. Then we type the password that we entered earlier in step no.32, it aims to verify the user.

34. Pilih Zona Waktu tempat kalian tinggal. Kalau saya tinggal di Jawa / western maka pilih western (WIB).

34. Select the Time Zone where you live. If I live in Java / Western then choose Western (WIB).

35. Selanjutnya, kita akan melakukan pembagian partisi Manual. Maka pilih yang manual (jika kalian kebinguangan apa itu partisi, kalian bisa pilih menu GUIDED USE ENTIRE DISK ( Rekomendasi untuk Pemula ).

36. Disini saya perkecil screenshootnya agar tidak memakan cahche yang banyak. Pada langkah ini pilih SCSI1 yaa !!.

36. In this step, select SCSI1.

37. Untuk Membuat Partisi Baru pilih YES. ( Yes bukan No ) saya salah cursor/klik.

37.To Create a New Partition select YES

38. Disini kita dapat melihat ada FREE SPACE ( Ruang Bebas / Kosong ) kita pilih yang itu.

38. Here we can see the FREE SPACE we have chosen

39. Setelah kita Pilih Opsi FREE SPACE, kemudian kita pilih create a new partition.

39. After we select the FREE SPACE option, then we choose create a new partition.

40. Kita Isikan 100 GB pada partisi ini, Dan pilih Continue.

40. We Fill in 100 GB on this partition, and select Continue.

41. Selanjutnya, kita pilih tipe partisi Primary.

41. Next we select the Primary partition type.

42. Kita pilih Lokasi partisi yang baru kita buat ke Beginning.

42. We select the location of the partition we just created into Beginning.

43. Setelah sudah, kita pilih Done Setting Up The Partition.

43. After that, we choose Done Setting Up The Partition.

44. Yey, partisi pertama kita telah selesai dengan ukuran 100 GB. Oke kita lanjutkan dengan partisi 2.

45. Nah Untuk langkah ini disesuaikan dengan RAM Laptop kalian yaa !!. Misal aku punya ram 4 GB (x2) = 8 GB. Begitu juga ram 2GB (x2) = 4 GB.

45. For this step, it is adjusted to your Laptop RAM !! For example I have ram 4 GB (x2) = 8 GB. Likewise ram 2GB (x2) = 4 GB.

46. Kemudian Tipe partisi ini kita ganti ke Logical.

46. Then we change the partition type to Logical.

47. Untuk Lokasi partisi ini kita pilih Beginning .

47. For the location of this partition, we select Beginning.

48. Pada Langkah ini, Kita ganti Ext4 dengan Swap Area, ikuti langkah-langkahnya dibawah ini.

48. Pada Langkah ini, Kita ganti Ext4 dengan Swap Area
48. choose Swap Area

49. Lalu kita pilih Done Setting Up The Partition.

49. Then we select Done Setting Up The Partition

50. Jika sudah disetting/diatur seperti langkah sebelumnya, maka akan muncul tampilan seperti ini.

50. If it has been set / arranged like the previous step, a display like this will appear.

51. Langkah Selanjutnya, kita isi lagi partisi ke 3 ( yang 214.1 GB) itu. ke dalam partisi primary dengan ukuran 100 GB lagi.

52. Setelah itu kita pilih Primary.

52. After that, we choose Primary

53. kita klik Mount Point kita ganti direktori /home menjadi /data Cari dan pilih dulu Enter Manually.

53. we click Mount Point, we change the / home directory to / data
Search and select Enter Manually first.
type be( / data)
We choose Done setting up the partition

54. Setelah sudah, partisi ke 4 akan tersisa 114.2 GB kita Create A New Partition lagi dengan tipe Primary dan Beginning pakai full size 114.2 GB. Kemudian akan muncul gambar seperti ini. Kita Ganti Ext4 menjadi Ext3.

After that, we will have 114.2 GB of partition left over, we will create a New Partition with Primary and Beginning types using 114.2 GB full size. Then an image will appear like this. We change Ext4 to Ext3.

55. Kita Pilih Enter Manually dan kita ubah menjadi /data2.

55. We select Enter Manually and we change it to / data2
type on your keyboard ( /data2 )

56. Jika sudah maka akan muncul 4 partisi yang tadi kita telah buat, kita pilih done setting up the partitions dan muncul gambar dibawah ini. Lalu, Kita Pilih YES untuk memerintah sistem menulis semua perubahan pada partisi yang kita buat tadi.

56. If you already have 4 partitions that have been created before, we select done settings up the partitions and the image below appears. Then, we select YES to instruct the system to write all changes to the partition we made earlier.

57. Kita tunggu pada proses Partitions Formatting hingga muncul pertanyaan Scan Another DVD or CD kita pilih NO.

57. We wait for the Partatting Formatting process
Scan Another DVD or CD, we select NO.

58. Lalu kita tunggu lagi, dan muncul Network Mirror kita pilih NO.

58. Then we wait again, and the Network Mirror appears, we select NO.

59. Kita Tunggu Lagi dan lagi, hingga muncul Paticipants Usage Survey kita pilih NO.

59. We Wait Again and again, until the Paticipants Usage Survey appears we select NO.

60. Untuk Pengistalan Software, kita pilih ssh server dan system setup ultilities dengan cara klik SPACE dan setelah sudah kita Continue.

61. Selanjutnya, Pada opsi Install Grub Boot Loader kita pilih YES.

60. Next, in the Install Grub Boot Loader option we select YES.

62. Setelah itu, kita pilih perangkat yang ingin kita instal Boot Loader nya pada opsi ini, kita pilih /dev/sda (ata-vbox_Harddisk_VB9a506bfb-f757e015) (( Intinya pilih /dev/sda).)

61. we select the device that we want to install the Boot Loader on this option, we choose / dev / sda (ata-vbox_Harddisk_VB9a506bfb-f757e015)

63. Alhamdulillah yey, Instalasi Debian CLI 9.5 Telah Selesai. selanjutnya kita pilih Continue.

64. Terakhir dan juga Bonuss. ini adalah tampilan CLI Debian 9.5 nya. kalian bisa otak-atik systemnya disini.

Catatan : Login dengan Nama User akun kalian yang telah dibuat. dan ingat password saat pembuatan akun tadi, setelah sudah ketikkan di keyboard anda dengan perintah “su“. kamu dapat deh otak-atik mesinnya sesuka hatimu. Mau tau lebih banyak perintah Debian !!! Yuk simak Artikel kami Dibawah ini :

Terimakasih Atas Semua Kerja sama Kalian Dukung Terus Blog ini yaa !! bye-bye See you. Mau Curhat : @andry.smkn1tkjb19@gmail.com


Tinggalkan komentar